Ini Alasan Louis Van Gaal datangkan Matteo Darmian

Ini Alasan Louis Van Gaal datangkan Matteo Darmian

Van Gaal menilai bahwa Matteo Darmian adalah sosok pemain bertahan yang bisa diturunkan di berbagai posisi lini pertahanan, dia tak sabar bekerja sama dengan sosok pemain asal Italia tersebut.

Sabtu kemarin, 11 Juli 2015 waktu setempat, Pihak Manchester United resmi mengumumkan keberhasilan mereka menggaet seorang pemain bertahan asal Italia dari FC Torino, Matteo Darmian. Bek berusia 25 tahun itu kabarnya ditebus United dengan mahar senilai 20 Juta Euro dari Torino, dan merupakan keinginan dari pelatih Louis Van Gaal sendiri. Lantas, apa alasan sosok yang telah tangani Manchester united sejak musim lalu itu mendatangkan Matteo Darmian ke Old Trafford?

“Matteo Darmian merupakan bek sayap kanan dengan kemampuan yang bagus, dia bisa tetap bermain sebagai bek kiri. Dia adalah sosok yang tangguh, dan mempunyai kemampuan untuk bergerak ke depan dalam posisi menyerang, dimana kemampuan itu sangat fantastis dan dibutuhkan klub dalam kompetisi seperti Liga Primer inggris yang terkenal cepat”

“Matteo bakal menjadi tambahan yang bagus untuk tim ini, dan saya merasa sangat senang bisa menyambut kedatangannya ke klub ini. Saya juga merasa tak sabar untuk bekerja sama dengan dia dalam beberapa hari lagi” Pungkas sang Manajer kepada Reporter setempat.

Dengan demikian, Matteo Darmian menjadi rekrutan kedua Manchester United pada bursa transfer musim panas tahun ini setelah sebelumnya klub berhasil menggaet jasa Memphis Depay dari PSV Eindhoven. Selain Darmian, ada Bastian Schweinsteiger yang tinggal selangkah lagi resmi menjadi penggawa Setan Merah.

Asmir Begovic Selangkah Lagi gantikan Petr Cech di Chelsea

Asmir Begovic Selangkah Lagi gantikan Petr Cech di Chelsea

Pelatih Stoke City, Mark Hughes mengkonfirmasi bahwa penjaga gawang berusia 28 tahun tersebut menuju Chelsea untuk menggantikan Petr Cech yang telah resmi hijrah ke Arsenal.

Chelsea, sang Juara Liga Primer Inggris musim lalu tersebut telah resmi kehilangan sosok yang menjadi kiper utama mereka sejak tahun 2004 silam hingga tahun 2014 lalu, Petr Cech. Penjaga gawang yang posisinya digeser oleh Thibaut Courtois tersebut kini telah resmi berkostum Arsenal terkait dengan keinginannya mendapatkan jatah bermain yang lebih banyak lagi. Untuk itu, Chelsea harus segera mencari pengganti yang tepat bagi Cech, meski pada dasarnya posisi yang ditinggalkan adalah Kiper Cadangan.

Nah, tak lama setelah kehilangan Cech, ternyata Chelsea sudah langsung berhasil mendapat pengganti yang tepat, siapa sosok tersebut? Adalah Asmir Begovic, penjaga gawang Bosnia and Herzegovina itu tinggal selangkah lagi merapat ke Stamford Bridge sebagaimana penuturan dari pelatih Stoke City, Mark Hughes.

“Sejauh yang saya pahami, dia (Begovic) saat ini sedang berjalan menuju Chelsea demi merampungkan kepindahannya, dari situ segera akan diketahui bagaimana hasil akhirnya nanti” Demikian papar sang Manajer kepada Sky Sports.

Dengan demikian, maka tak ada jaminan bagi Asmir Begovic untuk bermain sebagai kiper utama karena posisi tersebut sejatinya sudah diamankan oleh Thibaut Courtois sejak musim lalu.

Pihak Chelsea sendiri belum angkat bicara terkait penuturan Mark Hughes, dan sepertinya tinggal menantikan pengumuman resmi saja.

Barcelona dan Real Madrid Akan Kesulitan Jika Bermain di Inggris

Barcelona dan Real Madrid Akan Kesulitan Jika Bermain di Inggris

Menurut Mourinho, ada perbedaan besar antara Kompetisi Inggris dan Kompetisi Spanyol, itulah alasan yang mendasari anggapannya bahwa Barcelona dan Real Madrid akan kesulitan jika bersaing di Liga Primer.

Seperti diketahui, Real Madrid dan Barcelona merupakan dua klub terbaik Eropa saat ini, namun menurut anggapan Jose Mourinho, kedua raksasa itu akan kesulitan memenangkan liga jika bersaing dengan klub-klub seperti Manchester City, Chelsea, Manchester United, Arsenal, Liverpool dan Tottenham Hotspur. Dengan kata lain, The Special One percaya, Barcelona dan Real madrid akan kesulitan jika bermain di Liga Primer Inggris.

“Saya pernah menjadi pelatih di Spanyol, namun saya tidak menikmati karir saya di sana. Saya tidak menikmatinya, karena saya mampu memenangkan titel juara Liga dengan rekor 100 poin dan 121 gol, namun hanya ada tiga sampai empat pertandingan saja yang bermakna sepanjang kompetisi”

“saya kehilangan gelar dengan 92 poin, akan tetapi Cuma ada 4 atau 5 pertandingan penting. Anda merasakan tekanan untuk menang di setiap pertandingan, karena jika tidak, maka anda bukanlah juara. Namun ada jarak yagn sangat besar antara tim-tim papan atas dengan tim-tim lain”

“Di liga lain, anda bisa mengistirahatkan para pemain walaupun ingin memenangkan pertandingan. Musim ini saya mengistirahatkan beberapa pemain penting saat menghadapi Bradford, tapi kami kalah dari mereka, karena seperti itulah sepakbola Inggris”

“Ada perbedaan yang besar antara La Liga dan Liga Primer, namun apakah Barcelona dan Real Madrid bisa menang di sini? Mungkin iya, mungkin juga tidak” Ujar Mou kepada talkSPORT.

Giorgio Chiellini Tegaskan Tidak Dendam Kepada Luis Suarez

Giorgio Chiellini Tegaskan Tidak Dendam Kepada Luis Suarez

Defender Tim Nasional Italia itu mengaku sudah melupakan kejadian gigitan Luis Suarez di laga penyisihan Group Piala Dunia 2014 dalam laga melawan Timnas Uruguay.

Masih ingat dengan insiden gigitan yang terjadi antara Luis Suarez dengan Giorgio Chiellini pada musim panas tahun 2014 lalu? Ya, sebagaimana diketahui dalam tayangan ulang, Penyerang Tim Nasional Uruguay, Luis Suarez kedapatan menggigit bahu dari Defender Timnas Italia, Giorgio Chiellini kala keduanya bersua dalam salah satu partai penyisihan Group Piala Dunia 2014. Akibat kelakuannya itu, Suarez terpaksa harus menerima sanksi larangan bermain selama empat bulan lamanya dari FIFA.

Nah, kedua pemain ini akan kembali saling berhadapan dalam laga yang lebih krusial lagi, namun dalam form membela klub masing-masing, Barcelona dan Juventus di Pertandingan Final Liga Champions Eropa yang rencananya berlangsung di Kota Berlin, Jerman, pada 7 Juni 2015. Terkait hal ini, Giorgio Chiellini mengaku sudah melupakan insiden gigitan itu dan tak segan memuji kapasitas Trio MSN milik Barcelona.

“Sulit untuk memilih, siapa penyerang terbaik di Barcelona, karena mereka semua sungguh luar biasa. Mereka punya Lionel Messi, Neymar dan Luis Suarez, lengkap sudah”

“Dendam dengan Suarez atas apa yang telah terjadi? Seperti yang saya tegaskan berulang-ulang kali dan sepekan lalu juga sudah saya katakan, saya tidak lagi memiliki masaah dengan Suarez. Insiden yang terjadi di Piala Dunia 2014 sudah biarlah berlalu” tegas Chiellini kepada Goal Italia.

Louis Van Gaal Tak Tertarik Bomber Hotspur, United Sudah Punya Depay

Louis Van Gaal Tak Tertarik Bomber Hotspur, United Sudah Punya Depay

Manchester united disebut-sebut akan memboyong Harry Kane di musim panas mendatang. Akan tetapi berita tersebut di bantah langsung oleh pelatih asal negeri kincir air, Louis Van Gaal. Van Gaal diberitakan akan lebih memprioritaskan penyerang Manchester United yang ada saat ini. Menurutnya ia tidak tertarik untuk mendatangkan bomber yang kini dimiliki Tottenham Hotspur itu. Apalagi harga Kane tentu cukup mahal karena pemain 21 tahun itu baru menandatangani perpanaangan kontrak untuk lima tahun ke depan bersama tim asal kota London itu. Ia pun menegaskan bahwa ia lebih ingin membentuk atau mengoptimalkan pemain depan yang sudah ia miliki di klub setan merah.

Sebelumnya, banyak media di inggris yang memberitakan bahwa The Red Devisl memiliki rencana untuk menggaet Harry Kane ke Old Trafford. Akan tetapi sekarang salah satu media inggris, Sky Sports memberitakan hal terbaru bahwa kedua pihak (Kane dan Van Gaal) tidak tertarik untuk melakukan transfer pemain pada jendela transfer musim panas yang akan datang. Menurut Louis van Gaal kepada Sky Sports, ia mengatakan bahwa semuanya dapat menyebutkan nama – nama pemain terbaik dan Van Gaal pun menegaskan bahwa ia bisa membeli semua pemain terbaik di dunia, akan tetapi bukan hal yang seperti itu yang diinginkan olehnya. Bagi manajer 63 tahu itu, Kane tidak masuk dalam daftar pemain buruannya di musim yang akan datang.

Pada dasarnya, sang manajer berpengalaman ini tengah memiliki sejumlah bomber atau penyerang berlebih. United memiliki Wayne Rooney selaku pemain bintang di setan merah, ada juga Robin Van Persie, Radamel Falcao dan James Wilson. Meski Falcao yang diberikan pinjaman dari klub Real Madrid belum jelas, akan tetapi ada isu yang mengatakan bahwa Falcao akan melanjutkan kontrak dengan United. Tidak berhenti sampai disitu, Manchester United kini sedang menunggu eksekutor tendangan bebas terbaik di Eropa, Memphis Depay yang akan berpindah ke Old Trafford dari klub PSV Eindhoven.

Depay sendiri sudah dipastikan akan bergabung dengan United di musim panas nanti usai pemain tim nasional Belanda itu menerima pinangan klub kaya raya itu beberapa waktu silam. Dengan hal ini, United tidak perlu khawatir lagi jika pemain incarannya itu akan lepas ke klub lain karena mereka telah sukses mendapatkan hati pemain yang kini masih berseraga PSV itu.

Namun, di sektor penjaga gawang Van Gaal tampaknya masih galau karena De Gea semakin dekat menuju pintu keluar Old Trafford. Pelatih berumur 63 tahun itu pun dikabarkan telah memiliki beberapa nama calon penjaga gawang apabila De Gea hengkang. Van Gaal telah melirik kipper asal Tottenham Hotspur, Hugo Loris, asal Stoke City, Asmir Begovic bahkan dari Chelsea Petr Cech. Akan tetapi usahanya bila ingin membawa Petr Cech rasanya akan semakin sulit, pasalnya kipper asal negara ceko itu tidak akan dijual oleh Mourinho ke klub inggris lainnya karena Chelsea memiliki tradisi seperti itu.

Tak Jamin Bertahan di Wolfsburg, City, Bayern dan PSG Siap Tampung De Bruyne

Tak Jamin Bertahan di Wolfsburg, City, Bayern dan PSG Siap Tampung De Bruyne

Kevin De Bruyne sepertinya salah satu pemain yang akan muncul dalam bursa transfer nanti. Walaupun masih bermain bersama dengan Vfl Wolfsburg, namun pemain berusia 23 tahun itu tidak yakin kalau dirinya akan terus bermain di klub asal Jerman tersebut. Menurut Gelandang asal Belgia itu, masa depannya akan ditentukan oleh pihak klub. Namun kalaupun Die Wolfe memutuskan untuk mencantumkan namanya ke bursa transfer, dia tidak perlu merasa khawatir, karena pemain gelandang ini disebut-sebut telah memiliki sejumlah peminat seperti yang dikonfirmasikan oleh. Agen De Bruyne, Patrick de Koster.

Klub–klub besar seperti Bayern Muenchen, Paris Saint Germain dan juga Manchester City masuk kedalam daftar klub yang menginginkan De Bruyne. Tidak mengherankan sebenarnya jika De Bruyne memiliki banyak peminat, karena Pria kelahiran Drongen, Belgia itu telah menunjukkan performa terbaiknya. De Bruyne berhasil menunjukkan penampilan yang prima sejak dirinya hengkang dari Chelsea tahun 2014 lalu. Selama bermain dengan Die Wolfe, De Bruyne berhasil mencetak 15 gol di berbagai ajang yang diikutinya. Dalam rangka mendapatkan tiket menuju Liga Champion sendiri, De Bruyne menyumbangkan 10 gol dan 19 assist dalam Bundesliga.

Walaupun menjelang jendela transfer musim panas dibuka dirinya sering dikaitkan dengan Manchester City, namun Patrick de Koster menegaskan bahwa bukan hanya City saja yang menjadi peminat dari mantan pemain Chelsea itu. Menurut De Koster, dirinya akan bertemu dengan Klaus Allofs selaku direktur olahraga Wolfsburg untuk memastikan masa depan kliennya di klub tersebut. Dia harus memastikan apakah Die Wolfe ingin menawarkan kontrak baru atau ingin melepaskan pemain timnas Belgia itu pergi. De Koster mengatakan kalau ketiga klub besar, City, Bayern dan PSG saat ini sudah membuat kontrak tidak resmi dengannya.

Wolfsburf sendiri telah dipastikan lolos ke Liga Champion musim depan, salah satunya adalah berkat sepak terjangnya, yang berarti entah itu bertahan di Die Wolfe ataupun bermain di klub lain, De Bruyne musim depan akan bermain dalam Liga Champions. Jika memang Wolfsburg memilih menjual De Bruyne, maka dia bisa memilih klub juara di liga domestik dan akan menjadi penantang di Liga Champions. Tentu saja, keputusan akan ada di tangan De Bruyne sendiri, apakah dirinya akan memilih satu diantara ketiga klub tersebut atau memilih klub lain.

De Bruyne sendiri mengatakan kalau dirinya merasa bahagia bisa bermain bersama dengan Die Wolfie. Dia berharap bisa bermain dengan Wolfsburg sampai musim depan. Namun, dirinya sadar kalau tidak ada jaminan 10 persen dirinya akan tetap bertahan di wolfsburg. Kepada Eurosport De Bruyne mengatakan kalau sebagai pemain, dirinya akan sangat bodoh jika memilih bertahan di klub yang dibelanya itu sedangkan klub lain bersedia memberikan tawaran mereka kepadanya. Apalagi, jika wolfsburg sendiri menginginkan dirinya untuk hengkang dari klub.

Kecemasan Shinji Kagawa Atas Kepergian Klopp

Kecemasan Shinji Kagawa Atas Kepergian Klopp

Juergen Klopp telah dipastikan akan meninggalkan kursi kepelatihannya di Borussia Dortmund akhir musim ini. Pria asal Stuttgart berumur 47 tahun ini disebut-sebut akan menggantikan posisi Carlo Ancelotti yang gagal membawa Real Madrid menuju final Liga Champion musim ini. Kursi kepelatihan Die Borussen sendiri akan diambil alih oleh Thomas Tuchel yang saat ini masih memimpin Mainz. Hal ini membuat Shinji Kagawa merasa risau dan berpikir kalau timnya akan kesulitan saat bermain dengan Manchester United seperti dua musim sebelumnya. Kekhwatiran gelandang Die Borussen itu cukup beralasan.

Bagaimanapun, Klopp merupakan orang yang berperan penting dalam perjalanan karier pemain asal Jepang tersebut sehingga bisa bermain di Dortmund. Mantan pemain Mainz 05 itu juga yang mengorbitkan dirinya dan membawanya dari Cerezo Osaka. Keputusan Klopp tidak salah, karena pemain berusia 26 tahun itu bermain dengan baik dalam periode pertamanya di Die Borussen. Bahkan dalam dua musim dirinya bermain, Shinji telah tampil di 71 pertandingan dan menyumbangkan 29 gol dan 16 assist untuk Dortmund. Tidak heran jika Manchester United ingin pemain Jepang itu bergabung dengan mereka.

Sayangnya, pindah ke MU justru membuatnya redup, karena dia hanya bermain dalam 57 pertandingan dan hanya menorehkan 6 gol dan 10 assist saja. Karena itulah, akhirnya dia kembali ke Die Borussen awal musim ini. Mengingat hal itu, gelandang internasional Jepang itu merasa kalau kepergian Klopp dari Dortmund akan membuat dirinya kembali ke situasi saat dirinya membela The Red Devils. Alasannya, karena dirinya harus menyesuaikan diri dengan gaya permaian dan juga kepelatihan yang juga baru. Namun, Shinji berusaha untuk percaya kalau dirinya bisa mengatasi masalah ini. Karena bagaimanapun, ada hal yang lebih penting, yaitu percaya satu sama lain.

Tentu saja, mereka perlu menetapkan satu tujuan yang sama hingga akhirnya bisa maju dan berjalan dijalan yang sama dan saling bekerja sama. Dengan cara itulah, dirinya bisa melakukan yang terbaik untuk tim asal Jerman itu.Pada musim ini sendiri, Shinji telah bermain 36 kali dan menyumbangkan 5 gol dan juga 7 assist. Hengkangnya Klopp dari kursi kepelatihan sendiri ternyata menimbulkan berbagai spekulasi akan adanya perombakan skuad Dortmund. Apalagi, Die Borussen musim ini gagal dalam persaingan dengan Bayern Munich saat perebutan titel juara.

Bukan hanya itu, Dortmund juga harus bekerja keras agar bisa berpartisipasi dalam Kompetisi Eropa musim depan. Masa depan beberapa pemain yang menjadi pemain kunci Klopp seperti Mats Hummels, Ilkay Guendoga, Ciro Immobile dan Henrikh Mkhitaryan dipertanyakan. Namun Hans-Joachim Watzke selaku CEO Dortmund menegaskan tidak akan ada perombakan dalam skuat Die Borussen, karena perombakan terjadi jika setengah atau seluruh skuad. Transfer 3-4 pemain tentunya hal yang umum setiap tahunnya dalam sebuah klub.

Arsenal Pede Jadi Juara Di Musim Depan

Arsenal Pede Jadi Juara Di Musim Depan

Pada tanggal 3 Mei 2015 lalu, Chelsea berhasil mengukuhkan diri menjadi juara Liga Primer 2014/2015. Gelar tersebut didapat setelah Chelsea mengalahkan Crystal Palace dengan skor tipis yaitu 1-0. Melihat gelar juara yang disandang rivalnya, Arsenal tak tinggal diam. Meskipun di musim ini Arsenal gagal meraih gelar juara pada ajang Liga Primer, asuhan Arsene Wenger itupun bertekad untuk merebut gelar juara yang diraih Chelsea pada musim depan. Keinginan tersebut turut diutarakan oleh The Walcott. Ia mengatakan bahwa kali ini semua pemain Arsenal jauh lebih kompak dan solid. Beberapa pemain yang cedera pun sudah kembali pulih. Hal tersebut diyakini menjadi ujung tombak yang bagus untuk Arsenal menghadapi musim depan.

Walaupun gagal menyandang gelar juara, namun performa Arsenal musim ini bias dibilang cukup bagus. Di awal musim The Gunners bertanding dengan kurang meyakinkan. Namun keganasan skuat ini semakin nampak ketika memasuki tahun 2015. Selama itu posisi Arsenal pun tetap bertengger di posisi keempat. Dengan berbekal satu laga tunda, Arsenal sudah berhasil menduduki peringkat ketiga dengan total nilai 71. Sedangkan Manchester City berada pada posisi kedua dengan total nilai 76. Dengan catatan tersebut, The Walcott sangat optimis Arsenal dapat memenangkan pertandingan pada musim depan. Dia mengatakan bahwa dirinya dan seluruh skuat merasa tidak sabar lagi untuk segera memasuki musim depan dan mulai bertanding demi merebut gelar juara.

Walcott juga menyadari bahwa musim lalu Arsenal memiliki catatan yang cukup bagus. Ia dan seluruh tim menatap musim depan dengan penuh percaya diri dan siap untuk berdiri menjadi tim penantang juara. Walcott menambahkan bahwa Arsenal siap menunjukkan kepada public bahwa Arsenal merupakan sebuah tim yang solid dan kompetitif. Bahkan pemain sayap berusia 26 tahun mengungkapkan fakta menarik yang terjadi ketika skuat The Gunners berada di ruang ganti. Selama di ruang ganti, tim asuhan Wenger itu sama sekali tak merasa kalah dari The Blues. “Skuat dan tim manajer bekerja keras mengutak-atik susunan pemain demi mendapatkan hasil yang terbaik. Kami juga berencana untuk menambah beberapa pemain lagi. Sehingga di musim depan kami akan tampil sebagai tim yang lebih kuat” ujar Walcott.

Klub yang bermarkas di Kota London, Inggris ini merupakan salah satu klub sepak bola Inggris yang sukses. Dari beberapa Liga Utama Inggris, Arsenal berhasil meraih gelar juara 13 kali dan 11 kali pada ajang Piala FA. Arsenal memiliki rekor tim kedua sepak bola Inggris yang mampu menyelesaikan musim tanpa terkalahkan pada musim 2003-2004. Bersama Arsene Wenger, Arsenal meraih beberapa kemenangan seperti double winner di tahun 2002, Piala FA tahun 2003 dan masih banyak lagi.

Lawan Udinese, Roma Tampil Cemerlang

Lawan Udinese, Roma Tampil Cemerlang

Pada 18 Mei 2015 lalu, AS Roma menjamu Udinese di Stadion Olimpico, Roma, Italia. Pada pertandingan tersebut bisa dibilang AS Roma tampil dengan gemilang yaitu skor 2-1. Kemenangan yang diperoleh AS Roma membawa tim asuhan Rudi Garcia itu kembali menduduki peringkat kedua pada klasemen sementara ajang Serie A dan sekaligus menggeser kedudukan Lazio ke peringkat ketiga. AS Roma tampil sangat memukau dan dominan. Hal tersebut terbukti dari 19 kali Giallorossi mencoba untuk menjebol gawang Udinese.

Pada babak pertama, AS Roma sempat tertinggal skor. Dengan bantuan Kostas Manolas, Cyril Thereau mencoba untuk melakukan penetrasi ke mulut gawang, namun sayangnya tembakannya tersebut berhasil dihadang oleh Morgan De Sanctis. Bola yang dimuntahkan tersebut berhasil disambar Stipe Perica dan langsung menjadi sebuah gol pada menit ke 19. Namun skor 1-0 untuk Udinese itu tak bertahan lama. Di babak pertama pula, Radja Nainggolan berhasil mengubah kedudukan menjadi 1-1. Pada babak pertama ini banyak sekali peluang dan penetrasi bola yang dilakukan oleh AS Roma. Namun sayangnya semuanya berhasil dihadang oleh Orestis Karnezis. Di babak ini pula Francesco Totti mencoba untuk menambah skor. Ia melakukan tendangan bebas dalam jarak jauh namun beruntung Karnezis melakukan aksi penyelamatan gawang dengan baik.

Setelah turun minum, permainan pun semakin memanas. Benturan keras Daniele de Rossi mengawali babak kedua ini. De Rossi terlihat ingin menekel Badu, namun ia tak sengaja mendapat tendangan tepat di alisnya sehingga mengalami sedikit pendarahan. Di babak kedua ini AS Roma masih terlihat dominan dalam menguasai kulit bundar. Udinese pun berhasil mencuri kesempatan dan Thereau pun mencoba untuk menembakkan bola ke dalam gawang, namun sang kiper De Sanctsi berhasil menghadangnya. Kedudukan 1-1 berubah menjadi 2-1 untuk AS Roma setelah Torosidis menciptakan gol ke gawang Udinese. Gol tersebut tercipta berkat umpan yang diberikan oleh Radja Nainggolan gagal diterima oleh Francesco Totti. Widmer yang mendapatkan bola tersebut mencoba untuk membuang bola tetapi malah tidak sengaja dioper ke Torosidis. Pemain Roma itu lantas tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan langsung menembakkan ke mulut gawang.

Menanggapi pertandingan tersebut, sang pelatih Rudi Garcia memuji performa anak asuhnya tersebut. Namun ia menyesali beberapa kemungkinan gol yang akan tercipta berhasil digagalkan oleh Karnezis. Andai saja gol tersebut berhasil dicetak, maka kemungkinan pertandingan tersebut akan berakhir dengan hasil 5-2. Dalam jumpa persnya, Garcia mengatakan bahwa ia dan timnya harus tampil lebih agresif dan tidak membiarkan kesempatan pada lawan untuk mencetak gol. Karena Garcia menilai jika timnya cenderung “memberikan” gol kepada lawan. Namun dari keseluruhan statistik menunjukkan Giallorossi bermain dengan sangat bagus.

Roma Ingin Menangkan Derby Della Capitale

Roma Ingin Menangkan Derby Della Capitale

Derby Roma atau yang lebih dikenal dengan Derby Della Capitale rencananya akan berlangsung pada akhir pekan ini. Derby tersebut akan menyuguhkan pertandingan dua klub satu kota yaitu AS Roma dan Lazio. Pertandingan tersebut nantinya akan merebutkan tiket menuju Liga Champions yang akan dihelat musim depan. AS Roma dan Lazio sendiri menjadi dua kandidat terkuat yang akan menduduki posisi runner up pada ajang Serie A. Selisih poin di antara kedua klub tersebut juga sangat tipis. AS Roma berhasil mengumpulkan 67 poin dari 36 pertandingan sedangkan Lazio memiliki 66 poin. Hanya berselisih satu poin saja. Rencananya pertandingan kedua klub tersebut akan berlangsung pada hari Minggu, 24 Mei 2015 mendatang di stadion Olimpico.

Pada pertandingan yang dipastikan akan berlangsung dengan sengit itu, AS Roma memiliki tekad kuat dan juga berkesempatan untuk memenangkan pertandingan. Hal itu mengingat poin yang dimiliki lebih banyak, walaupun hanya selisih 1 poin saja. Namun meskipun demikian, selisih tipis itu masih belum bisa mengamankan posisi AS Roma untuk maju ke babak kualifikasi Liga Champions. Keinginan AS Roma tersebut turut diamini oleh sang pelatih Rudi Garcia. Pelatih yang berusia 51 tahun tersebut sangat bersikeras untuk maju ke babak kualifikasi Liga Champions. Dalam pertandingan sebelumnya, AS Roma dan Lazio hanya bisa bertanding dengan hasil yang imbang. Oleh sebab itu Garcia memberi tahu anak asuhnya untuk terus bersemangat agar bisa mendapatkan tiket kualifikasi.

Namun sayangnya terdapat isu yang mengatakan bahwa rencana jadwal pertandingan Derby Della Capitale akan diundur. Pengunduran jadwal pertandingan tersebut terkait dengan Juventus yang berhasil memenangkan laga dengan Real Madrid dan lolos ke babak final Liga Champions pada tanggal 20 Mei mendatang. Berdasarkan rencana pertandingan tersebut akan dihelat pada tanggal 24 Mei, namun Biancocelesti berharap bahwa pertandingan ini digelar 1 hari lebih lama karena ia ingin memberi waktu istirahat yang agak lama pada pemainnya. Namun terkait kabar pengunduran hari pertandingan tersebut, masih belum ada konfirmasi dari pihak operator Liga Italia.

Derby Della Capitale merupakan sebuah sejarah sekaligus legenda di dunia persepakbolaan Italia. Berdasarkan sejarah yang ada dikatakan bahwa Lazio merupakan klub pertama yang berdiri dan kemudian hadirlah fans klub tersebut. Namun berbeda dengan AS Roma, dikabarkan sekumpulan fans sepak bola yang ada disuruh untuk mendukung sebuah tim yang baru saja dibentuk. Dari situlah timbul pertarungan sengit diantara kedua klub dalam satu kota tersebut. Pertandingan tersebut tidak hanya sekedar adu bintang lapangan saja melainkan juga adu gengsi antara keduanya. Itulah mengapa pertandingan AS Roma dan Lazio merupakan salah satu Derby yang tidak boleh dilewatkan.